quote today

tidak ada yang bisa menyakiti diriku tanpa ijinku

Jumat, 29 Juni 2012

Sebuah Renungan

just me
Kerapkali kita mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan, rasa sakit dan semua penderitaan; maka kita akan selalu mencari penyebab atau sumber dari semua itu dan mulai menyalahkannya atas derita yang kita rasakan. Kita sering memposisikan diri sebagai korban yang tak bersalah dan sebaliknya mencari sesuatu atau orang lain untuk disalahkan.

Kita mengasihi diri kita sendiri, menganggap yang telah kita lakukan adalah benar dan selalu membela diri atau mencari sebuah pembenaran. Kecenderungan untuk bersikap seperti demikian muncul sebagai akibat dari kebiasaan yang kerap memposisikan diri sebagai objek penderita (korban).

Memang benar pada suatu kejadian ketika ada seseorang yang telah benar menyakiti kita, menjadikan kita merasa begitu menderita maka kita akan berada pada posisi korban. atau pada saat kita mendapatkan rasa sakit akibat dari makanan yang kita asup, maka kita pun berada pada posisi sebagai korban. Atau pada saat kita merasakan sakit yang diakibatkan dari rasa cinta yang terhianati, kita juga berada pada posisi korban.

Pernahkah kita mendengar kalimat dari seorang bijak yang mengatakan "Tidak ada orang yang dapat menyakitiku tanpa izinku".

Jika kita mencoba untuk merenungkan makna dari kalimat bijak tersebut diatas maka kita pun pasti akan menyetujuinya. Bahwa tak satupun benda, seseorang atau apapun itu akan bisa menyakiti kita atau memposisikan kita sebagai korban apabila kita tidak mengijinkan hal itu terjadi.

Tidak ada seseorang yang akan menyakiti kita baik secara fisik maupun psikis apabila kita tidak mengijinkannya

Tidak ada makanan yang akan membuat kita sakit jika kita tidak mengijinkannya dengan cara tidak mengasupnya.

Tidak ada cinta yang menyakitkan hati apabila kita tidak mengijinkannya dengan menjaganya dengan baik.

Dengan tidak mengijinkan rasa sakit atau derita itu datang atau hadir dalam diri kita maka tentunya kita tidak akan menjadi korban dan merasa tersakiti.

Bagaimanakah caranya?  untuk tidak mengijinkan rasa sakit itu ada?

Dengan membentengi diri dengan pengetahuan yang benar, meningkatkan kemampuan baik secara fisik, emosional, intelektual dan spiritual serta selalu waspada pada segala sesuatu yang akan masuk kedalam diri baik yang melalui makanan, melalui mata, hidung, telinga ( sembilan lubang/pintu yang ada dalam tubuh), maka kita pasti akan terhindar dari rasa derita/ sakit.

Ditambah dengan pengendalian diri yang sempurna, sikap yang mengedepankan kebenaran, kejujuran, cinta kasih, keberanian yang menjadikan diri kita teguh dan kuat serta integritas yang tinggi. Tentunya tidak lupa pada bakti dan selalu berserah diri kepada yang memiliki segalanya, sumber dari segalanya, yang merupakan awal dan akhir dari segala Tuhan Yang Maha Pengasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar