quote today

tidak ada yang bisa menyakiti diriku tanpa ijinku

Kamis, 11 Juli 2013

Hello WorlD

Hello..
Hello...
Hello....

How are you?
genki....

hahahaha :D lama tak muncul lagi nge-blog, dan sekarang aku kembali lagi.

Tak terasa sekarang sudah masuk ke semester kedua tahun ini. Apa saja yang telah terjadi? ( di dunia ku ). Tentu banyak hal yang telah terlewati yang pastinya ada suka dan ada duka. Selain umur yang terus bertambah ( 6 bulan ) ada hal yang kini hilang, berubah namun dunia ku sendiri masih tetap seperti biasa. 

oh iya hampir lupa;
untuk saudara-saudara, teman-teman muslimin dan muslimah selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga sukses sampai nanti di hari kemenangan. Dan tak pula aku ucapkan Mohon maaf lahir dan bathin ya..

Senang rasanya bisa kembali lagi ( dari kemaren kemana aja? )

^_^



Selasa, 26 Maret 2013

panorama malam pelabuhan

Mencoba memotret suasana malam di pelabuhan dengan model kapal laut yang megah, terang oleh cahaya lampu yang berwarna.

Indah sungguh indah. Nuansa gelap pekat yang dihiasi dengan cahaya berwarna-warni terpantulkan oleh air laut. Bak cermin yang terkena efek blur.

Kapal laut yang megah menjadi daya tarik begitu memikat mata. Suasana malam di pelabuhan yang ramai oleh aktifitas para pekerja. 

Pelabuhan penyeberangan, dan pelabuhan peti kemas hingga larut malam masih belum tidur. Dan mengabadikan suasana malam di pelabuhan adalah sangat menyenangkan.

Mari berburu photo malam yang indah. Karena gelap yang beradu dengan cahaya adalah komposisi yang paling menantang.

Selasa, 19 Maret 2013

Canang

Dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali terdapat salah satu jenis upakara yang sangat sederhana ( kecil ) namun memiliki nilai filosofi yang tinggi.

Adalah canang atau yang sering disebut canang sari merupakan nama upakara tersebut. Digunakan sebagai sarana persembahyangan setiap hari oleh masyarakat Hindu Bali.

Canang dibuat dari janur pohon kelapa, berupa wadah yang memiliki delapan sudut. Bagian-bagian dari canang terdapat porosan, kembang rampai, bunga, sampaian uras. 

Canang adalah simbol dari alam semesta, simbol dari bhuwana agung. Bentuk canang yang memiliki sudut delapan merupakan pengejawantahan atau simbol dari semesta  yang memiliki delapan arah mata angin dengan poros ditengah. 

Porosan dibuat dari potongan janur dan daun kapur sirih yang dirangkai menyerupai tanda + diletakkan paling bawah pada alas canang dengan posisi di tengah. Disebut porosan karena merupakan poros dari canag itu sendiri. Memiliki nilai sebagai unsur rwa bhineda ( unsur dualisme ), purusa-prakerthi ( laki-perempuan ), suka-duka, siang-malam unsur dualisme yang selalu ada di alam semesta.

Bunga adalah sebagai lambang, kedamaian, ketulusan hati. Pada sebuah canang bunga akan ditaruh di atas sebuah sampian uras, sebagai lambang/nyasa di dalam kita menjalani roda kehidupan ini hendaknya selalu dilandasi dengan ketulusan hati dan selalu dapat mewujudkan kedamaian bagi setiap insan.

Kembang rampai akan ditaruh di atas susunan/rangkaian bunga-bunga pada suatu canang, kembang rampai memiliki makna sebagai lambang kebijaksanaan. Dari sekian macam bunga, tidak semua memiliki bau yang harum, ada juga bunga yang tidak memiliki bau, begitu juga dalam kita menjalani kehidupan ini, tidak selamanya kita akan dapat menikmati kesenangan adakalanya juga kita akan tertimpa oleh kesusahan, kita tidak akan pernah dapat terhindar dari dua dimensi kehidupan ini. Untuk itulah dalam kita menata kehidupan ini kita memiliki kebijaksanaan

Pada sebuah canang sering dilengkapi dengan Beras atau wija sebagai lambang Sang Hyang Atma (jiwa) , yang menjadikan badan ini bisa hidup, Beras/wija sebagai lambang benih, dalam setiap insan/kehidupan diawali oleh benih yang bersumber dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa )yang berwujud Atma.

Sampian Uras. Sampian uras dibuat dari rangkaian janur yang ditata berbentuk bundar yang biasanya terdiri dari delapan ruas atau helai, yang melambangkan roda kehidupan dengan Astaa iswaryanya/delapan karakteristik yang menyertai setiap kehidupan umat manusia. Yaitu : Dahrma (Kebijaksanaan), Sathyam (Kebenaran dan kesetiaan), Pasupati (ketajaman, intelektualitas), Kama (Kesenangan), Eswarya (kepemimpinan), Krodha (kemarahan), Mrtyu (kedengkian, iri hati, dendam), Kala ( kekuatan). Itulah delapan karakteristik yang dimiliki oleh setiap umat manusia, sebagai pendorong melaksanakan aktivitas, dalam menjalani roda kehidupannya.

Demikianlah sedikit dari arti sbuah Canang yang sederhana namun syarat dengan nilai filosofi yang begitu kental dan tinggi. Sebagai wujud persembahan yang tulus kepada Sang Pencipta.
 

Minggu, 17 Maret 2013

who is she?



Iseng-iseng candid pas pawai ogoh-ogoh di Mataram Lombok, ada yang bening ^_^
Siapakah namanya? 
Pas banget wajahnya (cocok buat model) hahahaha....
setahu saya dia dari Karang Baru Mataram

Kamis, 14 Maret 2013

Senja di tengah arungan..

Salah satu photo sunset yang paling indah yang pernah aku ambil ^_^

Photo ini aku ambil ketika melakukan penyeberangan di selat Lombok menuju pelabuhan Padang Bai - Bali, diatas kapal motor penumpang KMP Andhika Nusantara.

Sejenak aku terdiam ketika mengamati indahnya panorama matahari tenggelam senja itu. Terdiam akan cemerlangnya cahaya sang surya yang beranjak tenggelam di garis cakrawala. Begitu megah pancaran sinar yang terpantulkan oleh mega awan yang berwarna. Begitu bulat kuning bak buah jeruk yang matang sempurna. Namun mata fana ini tetap tertunduk tak kuasa menantang kecemerlangannya, dan hanya bisa mengabadikan indahnya kala itu lewat photo.

Terimakasih Tuhan atas kesempatan yang telah diberikan, sehingga hamba-Mu ini mampu menikmati anugerah keindahan yang Kau berikan.

Minggu, 10 Februari 2013

bebas

Melepaskan keterikatan pada suatu hal akan memunculkan rasa damai dan bebas. Tidak memiliki ikatan yang dapat melahirkan rasa suka dan atau duka, maka akan terasa tenang. Namun hal ini sangat sulit untuk dilakukan seorang manusia yang begitu memikirkan dan menginginkan keduniawian. Hal ini dapat terjadi apabila seorang manusia mengabdikan seluruh jiwa dan raga hanya untuk menjadi pelayan Tuhan.

Ikatan yang mengikat setiap manusia yang terlahir di dunia adalah hasil kerja yang telah dilakukannya. Setiap kerja yang dilakukan membawa hasil yang harus dinikmati dan akan menjadi ikatan dalam bentuk suka atau duka. Lalu bagaimana cara untuk melepaskan diri dari ikatan itu sedangkan untuk menolak suatu kerja itu adalah tidak mungkin?.

Setiap makhluk tak berdaya pada hukum kerja/karma bahkan Sang Pencipta pun tidak mampu untuk tidak bekerja, karena apabila Beliau berhenti bekerja maka musnahlah semua alam oleh sebab tidak ada yang mengaturnya.

Untuk dapat lepas dari keterikatan adalah dengan melakukan kerja tanpa pamrih, kerja tanpa motif. Melakukan kerja hanya sebagai suatu pemenuhan akan kewajiban dan tugas. Walaupun tidak diharapkan suatu hasil dari kerja pasti akan ada, baik-buruk hasil yang akan datang adalah tergantung daripada kerja itu sendiri. 

Mari jalani setiap kerja pada hidup ini dengan tulus dan berserahlah kepada Sang Maha Kuasa atas hasil dari kerja itu, niscaya kebebasan dan kedamaian dalam diri akan lahir.

Minggu, 03 Februari 2013

cita-cita

Cita-cita

Berbicara tentang cita-cita , apa cita-cita yang pernah kita miliki?
Apakah bisa kita wujudkan?

Dahulu ketika masih di sekolah dasar, kita sering ditanya tentang cita-cita, dan berbagai macam profesi pekerjaan menjadi jawabannya. Demikian pula tentang kehidupan yang kita jalani, apa tujuan dari hidup itu?

Berbagai jawaban mudah dapat kita berikan, seperti menjalani hidup dengan bahagia. Sebuah jawaban yang tampak mudah tapi sulit untuk diperoleh karena berbagai "musuh" yang terus menggoda dan menghalangi kita dalam mewujudkan dan mencapai kebahagiaan.

Seperti sebuah cita-cita; apabila kita terus berusaha dan belajar, terus berupaya mencari jalan untuk mewujudkan cita-cita itu tentu akan bisa tercapai. Begitu pula dengan tujuan hidup, apabila kita terus berusaha dengan benar dan mengalahkan setiap halangan "musuh-musuh" kita pasti  bisa.

Sabtu, 02 Februari 2013

sebab-akibat

Apa yang menjadikan diri kita mampu bertahan dalam sebuah keadaan yang menyakitkan?
Adalah rasa tulus untuk berserah diri kepada Dia yang memiliki segalanya. Di dunia ini dimana hukum karma-phala ( sebab-akibat ) adalah hukum yang absolut, berlaku untuk segalanya. Setiap akibat pasti ada penyebabnya dan setiap penyebab akan mendatangkan akibatnya.

Pada saat kita berada pada titik penyebab dan atau akibat, maka gejolak rasa penderitaan maupun suka tidaklah besar. Namun jika kita berada diantara penyebab dan akibat ( masa proses ) maka gejolak suka atau duka akan sangat terasa. Yang bisa digambarkan seperti grafik di bawah.

Kamis, 31 Januari 2013

berpikir positif

Selalu ada harapan ketika kita berpikir dengan optimis dan bersemangat. Karena begitu banyak hal yang bisa terjadi ketika suatu pikiran yang positif membawa ide dan gagasan yang mungkin bisa memperbaiki suatu keadaan atau bisa membawa suatu keadaan baru yang berbeda.

Bersemangat untuk menjalani kehidupan dengan kerja keras dan bersyukur. Walaupun suatu peristiwa mengharuskan kita menghentikan sejenak langkah yang dijalani, harapan untuk jalan keluar pasti ada di ujung langkah kita sepanjang kita berani untuk melanjutkan langkah itu.

Karena hidup adalah sebuah perjalanan, maka jalanilah. Hidup dengan suka cita, penuh berkah dan anugerah dimana harapan terbentang luas sepanjang cakrawala pikiran mampu memandang dengan positif dan bersemangat.

Rabu, 30 Januari 2013

Cobaan

Dalam hidup memerlukan cobaan dan masalah yang akan mengukur tingkat kematangan suatu pribadi. Bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi cobaan dan segala permasalahan yang ada mencerminkan kualitas suatu pribadi.

Bagaimanapun tingkat cobaan dan masalah itu, besar ataupun kecil pada dasarnya adalah sama. Tergantung bagaimana seseorang mampu menyikapinya dan menghadapinya. Setiap orang tentu menginginkan suatu kehidupan yang bahagia tanpa suatu masalah. Namun hal itu sangat jarang dan mungkin mustahil untuk diperoleh di dunia yang terlahir sebagai manusia biasa. 

Pada akhirnya setiap masalah dan cobaan tersebut akan menjadi pengalaman yang berharga. Karena pengalaman adalah guru yang baik, untuk menjadi lebih baik.

Selasa, 29 Januari 2013

Khawatir

Apa yang menjadi kekhawatiran hendaknya disikapi dengan kearifan dalam mencari penyebabnya. Pikiran yang khawatir kerapkali menutupi kecerdasan pikiran. Kebenaran yang ada dalam pikiran hendaknya selalu menjadi penerang untuk tidak menjadi khawatir.

Penyebab dari kekhawatiran adalah rasa keterikatan pada suatu hal yang berlebihan, sehingga pikiran tidak menginginkan suatu yang buruk terjadi kepadanya. 

Apabila kita sadar bahwa sesungguhnya apa yang akan terjadi pasti akan terjadi dan yang tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi. Sebab segalanya telah diatur oleh-Nya, karena Ia adalah awal dan akhir. Maka berserah diri seutuhnya kepada kemahakuasaan Tuhan adalah jalan untuk kita tidak menjadi khawatir dalam hidup untuk menjadi lebih baik.