Apa yang menjadikan diri kita mampu bertahan dalam sebuah keadaan yang menyakitkan?
Adalah rasa tulus untuk berserah diri kepada Dia yang memiliki segalanya. Di dunia ini dimana hukum karma-phala ( sebab-akibat ) adalah hukum yang absolut, berlaku untuk segalanya. Setiap akibat pasti ada penyebabnya dan setiap penyebab akan mendatangkan akibatnya.
Pada saat kita berada pada titik penyebab dan atau akibat, maka gejolak rasa penderitaan maupun suka tidaklah besar. Namun jika kita berada diantara penyebab dan akibat ( masa proses ) maka gejolak suka atau duka akan sangat terasa. Yang bisa digambarkan seperti grafik di bawah.
Sabtu, 02 Februari 2013
Kamis, 31 Januari 2013
berpikir positif
Selalu ada harapan ketika kita berpikir dengan optimis dan bersemangat. Karena begitu banyak hal yang bisa terjadi ketika suatu pikiran yang positif membawa ide dan gagasan yang mungkin bisa memperbaiki suatu keadaan atau bisa membawa suatu keadaan baru yang berbeda.
Bersemangat untuk menjalani kehidupan dengan kerja keras dan bersyukur. Walaupun suatu peristiwa mengharuskan kita menghentikan sejenak langkah yang dijalani, harapan untuk jalan keluar pasti ada di ujung langkah kita sepanjang kita berani untuk melanjutkan langkah itu.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan, maka jalanilah. Hidup dengan suka cita, penuh berkah dan anugerah dimana harapan terbentang luas sepanjang cakrawala pikiran mampu memandang dengan positif dan bersemangat.
Rabu, 30 Januari 2013
Cobaan
Dalam hidup memerlukan cobaan dan masalah yang akan mengukur tingkat kematangan suatu pribadi. Bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi cobaan dan segala permasalahan yang ada mencerminkan kualitas suatu pribadi.
Bagaimanapun tingkat cobaan dan masalah itu, besar ataupun kecil pada dasarnya adalah sama. Tergantung bagaimana seseorang mampu menyikapinya dan menghadapinya. Setiap orang tentu menginginkan suatu kehidupan yang bahagia tanpa suatu masalah. Namun hal itu sangat jarang dan mungkin mustahil untuk diperoleh di dunia yang terlahir sebagai manusia biasa.
Pada akhirnya setiap masalah dan cobaan tersebut akan menjadi pengalaman yang berharga. Karena pengalaman adalah guru yang baik, untuk menjadi lebih baik.
Selasa, 29 Januari 2013
Khawatir
Apa yang menjadi kekhawatiran hendaknya disikapi dengan kearifan dalam mencari penyebabnya. Pikiran yang khawatir kerapkali menutupi kecerdasan pikiran. Kebenaran yang ada dalam pikiran hendaknya selalu menjadi penerang untuk tidak menjadi khawatir.
Penyebab dari kekhawatiran adalah rasa keterikatan pada suatu hal yang berlebihan, sehingga pikiran tidak menginginkan suatu yang buruk terjadi kepadanya.
Apabila kita sadar bahwa sesungguhnya apa yang akan terjadi pasti akan terjadi dan yang tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi. Sebab segalanya telah diatur oleh-Nya, karena Ia adalah awal dan akhir. Maka berserah diri seutuhnya kepada kemahakuasaan Tuhan adalah jalan untuk kita tidak menjadi khawatir dalam hidup untuk menjadi lebih baik.
Senin, 28 Januari 2013
Kesalahan
Ketika sebuah kesalahan terjadi, ada rasa takut, ada rasa bingung dan ada rasa penyesalan. Oleh karena kita tahu dan sadar atas kesalahan itu. Namun bukan berarti setiap kesalahan tidak dapat diperbaiki. Apabila kita mampu secara ikhlas untuk memaafkan memaklumi atas kesalahan tersebut sebagai suatu yang bersifat manusiawi.
Dengan berserah diri dan berusaha maka pasti akan ada jalan keluar atau sesuatu yang dapat memperbaiki kesalahan itu. Kesalahan yang dilakukan adalah karma yang akan membawa hasil sebagai penyebab untuk masa yang akan datang.
Maklumilah kesalahan sebagai suatu yang bersifat manusiawi, duniawi maka berdamailah dengan diri sendiri.
Minggu, 13 Januari 2013
moving life
hidup adalah sebuah perjalanan, maka jalanilah.
Dan hidup yang ku jalani saat ini kembali menemukan point persimpangan yang akan menunjukkan jalan yang entah ku tak tahu apa yang akan kuhadapi esok hari. Karena sekarang dengan berpindahnya tempat tugasku dari Kota Kupang menuju Kota Amlapura, perbedaan budaya dan lingkungan yang mengharuskan aku untuk beradaptasi lagi untuk membuatku merasakan kesenangan dalam hidup ini.
Perbedaan budaya dan lingkungan antara ke dua kota sangat mencolok, hal ini mengharuskan aku untuk mencari tempat tinggal yang baru, teman-teman baru, kegiatan yang baru namun tentunya tanpa melupakan kenangan dan semua yang telah kuinggalkan dibelakang. Karena bagaimanapun setiap kenangan itu sungguh membekas didalam diri. Banyak yang kuperoleh dan banyak yang ku tahu dan kupelajari dari sebuah kenangan.
Disebuah kota yang baru pasti akan banyak hal baru juga yang akan kutemui. Apapun itu tentunya harus kusambut dengan mempersiapkan diri. Semua yang baru itu akan menambah referensi dalam katalog kehidupan yang kujalani. Dan sepanjang aku masih tidak lupa pada tujuan dari sebuah hidup yang kujalani maka semua akan terasa sama, tak ada perubahan yang menjadikan aku sebagai orang yang lain.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan
Semangat dalam menjalani kehidupan
Maka jalan itu akan menjadi mudah
Apapun yang terjadi, maka terjadilah atas kehendak-Nya
Lalu untuk apa dikhawatirkan
Hidup itu menyenangkan
Kamis, 10 Januari 2013
on my mind : 11 januari 2013
perjalanan hidup berlanjut hingga kelak terhenti oleh waktu
tak perlu resah
tak perlu gundah
karena hidup itu indah
dalam duka ada suka
begitupun sebaliknya
hidup hendaknya dipenuhi dengan cinta yang tulus
kasih yang murni
pengorbanan yang ikhlas
niscaya bahagia-lah buahnya
que sera sera
Senin, 10 Desember 2012
10 Tahapan Penciptaan Semesta
Bagaimanakah alam semesta ini tercipta?.
Seperti apakah prosesnya?.
Seperti apakah prosesnya?.
Beberapa pertanyaan yang sering diajukan sebagai suatu keinginan untuk mengetahui awal mula atau proses lahirnya alam semesta. Banyak teori yang dikemukakan oleh beberapa ilmuwan, filsuf dan para cendikiawan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Namun hingga sampai saat ini masih menjadi suatu misteri yang ingin diketahui kebenarannya.
Demikian juga halnya dengan diriku ini. Rasa ingin tahu yang besar akan kebenaran yang mampu menjawab pertanyaan seperti itu membuat ku mencari sumber-sumber yang dapat memberikan jawaban yang ku anggap benar. Dan beruntungnya diriku karena saat ini aku telah menemukan suatu jawaban yang memberikan petunjuk tentang tahapan-tahapan dalam penciptaan alam semesta oleh Yang Maha Pencipta.
Dalam suatu sistem penanggalan di ajaran Hindu (Bali/Jawa Kuna) terdapat suatu sistem tentang hari yang disebut Wewaran. Wewaran adalah ritme hari. Alam semesta secara ritmik berdenyut dalam frekuensi yang berbeda-beda, frekuesinya ada yang cepat dan ada yang lambat. Yang cepat misalnya terjadi 3 hari sekali, sedangkan yang lambat bisa sampai per sembilan hari. Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan yang ingin ku ketahui jawabannya? Berikut beberapa yang saat ini mampu ku jelaskan dan ku yakini sebagai jawaban yang benar untuk menjawab pertanyaan itu.
Wewaran terbagi menjadi sepuluh, dengan demikian tahapan penciptaan alam semesta ada sepuluh tahap. Adapun tahapan-tahapan itu adalah sebagai berikut:
1. Ekawara ( hari ke1 )
disebut Luang yang berarti hampa/kosong (lubang), tidak ada apa-apa
pada saat ini tidak ada apa-apa.
2. Dwiwara ( hari ke 2 )
disebut Menga dan Pepet yang berarti menganga dan tertutup, merupakan dua hal yang berbeda
pada saat ini dua kekuatan yang berbeda yang berlawanan muncul, dua kekuatan yang disebut rwabhineda tau yin dan yang atau laki-laki dan perempuan. Dalam ajaran Hindu lebih dikenal sebagai Purusa dan Prakerthi ( yang abadi dan tak abadi ). Dua kekuatan ini kemudian akan saling bertumbukan ( seperti yang para ilmuwan yakini dalam teori penciptaan Big Bang ) sehingga akan menuju pada tahapan selanjutnya.
3. Triwara ( hari ke 3 )
terdiri dari Pasah (dora), Beteng (waya) dan Kajeng (biantara). Sebagai akibat dari tumbukan pada hari ke 2 diatas muncullah tiga hal berbeda yang akan saling mengikat. Tiga hal yang disebut sebagai tiga sifat dasar yaitu satwam, rajah, dan tamas. Satwam = keteraturan/tenang, Rajah = bergerak aktif dan Tamas = diam/malas. Dalam ilmu pengetahuan disebut sebagai atom yang terdiri dari Proton, Elektron dan Neutron. Ketiga hal ini saling mengikat dan mempengaruhi sehingga akan memunculkan tahapan selanjutnya.
4. Caturwara ( hari ke 4 )
terdiri dari Sri, Laba, Jaya dan Menala. Pada tahap ini ketiga yang diatas saling mengikat yakni pertama antara Pasah dan Beteng, kedua antara Beteng dan Kajeng, ketiga antara Pasah dan Kajeng dan keempat antara ketiganya Pasah, Beteng dan Kajeng. Memunculkan Sri, laba, Jaya dan Menala yang merupakan empat macam yoga: Karma Yoga (fisik), Jnana Yoga (Intelektual), Bakti Yoga (Emosional) dan Raja Yoga (Spiritual).
5. Pancawara ( hari ke 5 )
terdiri dari Umanis, Paing, Pon, Wage dan Kliwon. Pada tahap ini lima unsur yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Panca Maha Bhuta yakni Apah ( air )/ Wage, Teja ( api )/ Paing, Pertiwi ( Tanah )/ Pon, Wayu ( angin )/ Kliwon, dan Akasa ( Eter )/ Umanis. Muncul yang saling mengikat dan memunculkan tahapan selanjutnya.
6. Sadwara ( hari ke 6 )
terdiri dari Tungleh, Aryang, Urukung, Paniron, Was dan Maulu
7. Saptawara ( hari ke 7 )
terdiri dari
- Redite = Raditya = Matahari = Sunday = Minggu
- Soma = Coma = Bulan = Monday = Senin
- Anggara = Merkurius = Tuesday = Selasa
- Buda = Venus = Wednesday = Rabu
- Wrespati = Braspathi = Mars = Thrusday = Kamis
- Sukra = Jupiter = Friday = Jumat
- Saniscara = Saturnus = Saturday = Sabtu
pada tahapan ini tata surya tercipta dengan benda-benda langit lainnya.
8. Astawara ( hari ke 8 )
terdiri dari
- Sri ( Kemakmuran )
- Indra ( Kejayaan )
- Guru ( Kemuliaan )
- Yama ( Keadilan )
- Ludra ( )
- Brahma ( Kecerdasan )
- Kala ( )
- Uma ( Kesetiaan )
9. Sangawara ( hari ke 9 )
terdiri dari
- Dangu
- Jangur
- Gigis
- Nohan
- Ogan
- Erangan
- Urungan
- Tulus
- Dadi
10. Dasawara ( hari ke 10 )
- Pandita
- Pati
- Suka
- Duka
- Sri
- Manuh
- Manusa
- Raja
- Dewa
- Raksasa
pada tahap terakhir inilah manusia, raja, penguasa, dewa, raksasa, brahmana, tercipta.
Inilah jawaban dari pertanyaan yang menunjukkan tahapan-tahapan dari proses penciptaan alam semesta. Pada dasarnya proses ini terjadi juga pada suatu kelahiran insan atau suatu individu manusia dan mahluk lainnya. Oleh karena makrokosmos adalah sama dengan mikrokosmos.
Inilah jawaban dari pertanyaan yang menunjukkan tahapan-tahapan dari proses penciptaan alam semesta. Pada dasarnya proses ini terjadi juga pada suatu kelahiran insan atau suatu individu manusia dan mahluk lainnya. Oleh karena makrokosmos adalah sama dengan mikrokosmos.
Rabu, 28 November 2012
seputih kanvas
Kehidupan yang kita jalani saat ini pernahkah terbayangkan pada waktu kita masih anak-anak?. Apa yang kita hadapi sekarang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Begitu pula apa yang akan terjadi nanti esok hari tidak kita ketahui. Karena itu adalah masa depan, masa yang akan datang dalam kehidupan yang kita jalani. Masa lalu, masa depan dan sekarang adalah perjalanan kehidupan yang telah, sedang dan akan dijalani; kemana arah dan tujuannya kitalah yang menentukan.
Pada waktu pertama kali kita terlahir di dunia ini, terlahir dari dalam rahim seorang ibu; kita menangis. Mengapa kita menangis? Seolah-olah kita telah mengetahui hidup di dunia tak mudah, penuh penderitaan yang akan kita alami.
Kemudian kita mengalami masa kanak-kanak yang mulai belajar tentang banyak hal. Pada masa ini kita belum tahu apa yang akan terjadi kelak dan telah melupakan masa dimana pertama kali kita menangis, karena kita mengenal masa ini menyenangkan dengan banyak belajar dan bermain serta kehangatan perlindungan dari orang tua dan keluarga yang menyayangi kita.
Kita belajar dan tahu tentang banyak hal yang mengakibatkan kita menginginkan banyak hal pula. Banyak yang kita inginkan, banyak yang ingin kita raih, banyak yang ingin kita miliki seiring bertambahnya pengetahuan kita. Tak dipungkiri berbagai masalahpun datang melanda hidup yang kita jalani. Ada saat dimana kesenangan canda tawa menghiasi hari-hari namun ada pula saat dimana kesedihan tangisan dan keterpurukan hadir dalam hidup kita.
Kehidupan yang kita jalani seperti selembar kanvas putih, entah apa yang akan terlukis diatasnya diri kitalah yang menentukan. Kuas apa yang akan kita pakai untuk melukisnya, warna apa yang akan kita hadirkan diatasnya dan apa makna dari lukisan yang telah kita buat hanya kita yang tahu.
Mari kita belajar melukis hidup yang indah mungkin seperti lukisan yang ada dibawah ini ^_^
Senin, 15 Oktober 2012
Rabu, 10 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
Selasa, 18 September 2012
cantiknya matahari itu
Senja beranjak datang menghantar sang malam
seiring mentari tenggelam di ufuk barat
di balik awan dan batas cakrawala
sang bulat kuning semakin tenggelam dan menghilang
melukiskan warna jingga kemilauan pada kanvas langit
menegaskan indahnya gelap itu tiba
Senja beranjak datang sambut sang malam
membawa gelap yang menenangkan
mengisyaratkan jiwa untuk berhenti sejenak
lelah berpacu dalam melawan kerasnya dunia
Indahnya senja
berhias sang mentari
cemerlang pada jingganya langit
membuat gelap malam menjadi indah
menantikan hadirnya bulan dan bintang-bintang
cantiknya matahari itu
oleh
neumade
Senin, 17 September 2012
Senin, 10 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)













